Selamat Datang Di The Mantik Blogspot.... The Mantik: Kerajinan Tangan Indonesia

5 November 2011

Kerajinan Tangan Indonesia

Percayakah jika disebutkan bahwa kerajinan tangan tradisional tak pernah lekang ditelan zaman? Percayakah jika dikatakan bahwa kerajinan tangan tradisional akan selalu mendapat tempat di hati para konsumen? Kerajinan tangan seperti ini bisa jadi masih dianut oleh sebagian kalangan, terutama generasi muda. Pendapat ini memang tak asing terdengar di tengah gempuran barang-barang pabrikan yang menawarkan kepraktisan serta model dan warna yang sangat bervariasi.

Lalu, di mana tempat bagi kerajinan tangan tradisional?
Kekayaan Indonesia
Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dengan budaya dan adat istiadat masing-masing. Ragam budaya dan adat istiadat ini merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Setiap suku bangsa memiliki hasil-hasil budaya sendiri, termasuk di dalamnya kerajinan tangan tradisional. Kita mengenal kerajinan perak, kerajinan ukir emas, kerajinan kayu, batik, mutiara, tenun, anyaman, dan sebagainya dari berbagai daerah. Meskipun produk yang dihasilkan oleh satu daerah dengan daerah lainnya memiliki kesamaan bahan dan jenis, namun selalu ada perbedaan yang menjadi ciri khasnya. Batik, misalnya. Selama ini kita mengenal batik sebagai kain khas dari Solo dan Yogyakarta. Akan tetapi ternyata tidak demikian. Batik terdapat di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Cirebon, Pekalongan, hingga Bengkulu. Masing-masing memiliki corak dan warna dominan yang berbeda-beda. Perbedaan corak dan warna ini tak bisa dilepaskan dari kepribadian suku bangsa tempat batik itu berasal.
Peluang Usaha Kerajinan Tangan Tradisional
Kerajinan tangan tradisional memang tak pernah kehilangan pasar. Bahkan tak sedikit produk kerajinan tangan tradisional Indonesia yang berhasil menembus pasar manca negara. Orang-orang luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa menilai barang-barang kerajinan tangan tradisional ini sebagai sesuatu yang eksotis, unik, dan antik. Tak sedikit yang bersedia membeli dengan harga mahal. Barang-barang kerajinan tangan tradisional ini juga dianggap sesuai dengan selera sebagian masyarakat mereka yang mulai kembali pada gaya hidup alami /(back to nature). Batik, wayang, kain tenun, ulos, angklung, dan berbagai hasil kerajinan tangan tradisional Indonesia lainnya telah melanglang buana, menghiasi rumah-rumah orang di berbagai penjuru dunia.
Standar Kualitas
Kerajinan tangan tradisional tak lagi hanya berkutat pada pasar dalam negeri. Memang tak mudah menembus pasar manca negara. Karena negara-negara luar, seperti negara Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia memiliki standar kualitas yang berbeda dengan Indonesia. Standar kualitas Indonesia umumnya masih lebih rendah. Bahkan tak sedikit produk Indonesia yang dibuat asal jadi.

Perbedaan standar kualitas ini hendaknya tidak menjadikan usaha kerajinan tangan tradisional mundur dan takut untuk menembus pasar luar negeri. Perbedaan standar kualitas ini justru harus dijadikan penyemangat untuk menghasilkan produk kerajinan tangan tradisional dengan kualitas yang lebih baik. Misalnya, kualitas tenunan atau ukiran yang lebih halus, pewarnaan yang lebih indah, jahitan yang lebih rapi, dan lain-lain.

Tak ada salahnya berkompromi dengan permintaan pasar selama tidak mengubah makna filosofi yang terkandung dalam produk kerajinan tangan tradisional tersebut.

Jika bukan kita yang mengangkat seni kerajinan tangan tradisional Indonesia, siapa lagi yang akan melakukannya? Jika kita tidak bangga menunjukkan pada dunia bahwa inilah kerajinan tangan tradisional kita, jangan kebakaran jenggot jika di kemudian hari kerajinan tangan tradisional kita ?dipungut? dan diakui milik oleh bangsa lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar